Labirin BangkuBangku Kusam
Malam yang merdu
Dihiasi angin malam dan senandung cangkir berdentang
“ini bukan lagi saat kita bercinta”
Dengan ideide kusam
Lalu berakhir di ujung pembicaraan
Hampir sama uforia
Kunangkunang di siang bolong melompong kacang polong
Dan bangkubangku kusam sekitar lima belas
Disertai deret kepala
Menjelma jadi jalanan yang tak pernah aku kenal
Jika Saja Tuhan Karibku
Jadikanlah Darussalam rumahku
Lalu kawanku
Tetanggaku
Bangsaku
Tentu jika saja Tuhan karibku
Berikanlah RahmatMu
Pada pemimpin Negeri surga ini
Pada saudarasaudaraku
jika saja Tuhan karibku
tak kan aku pinta diriku sendiri
Puisi Bercerita
Puisi Becerita
Pada ilalang di sepucuk tetaman
Lalu aku gantungan beberapa harap tentangmu
Dan pada jendelajendela setengah kaca yang mulai lapuk terdesir angin
Beberapa tahun lalu
Mencintaimu menjadi candu
Sebab akan terasa asing di pembuluh darahku
Jika satu hari aku tak lagi menangkap sketsa wajahmu
Lengkukan bibirmu
Sedayu kedipanmu
Jika saja Tuhan menjadi karibku
Hanya aku akan meminta
Tetapkanlah ingatanmu padamu.
tinggalkan komentar